Sumber : http://1.bp.blogspot.com/

Sumber : http://1.bp.blogspot.com/

Balita adalah anak yang berumur 0-59 bulan, masa ini ditandai dengan proses pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Salah satu cara mengetahui pertumbuhan balita ialah dengan mengukur berat badan dan tinggi badan yang selanjutnya dibandingan dengan umur balita, oleh karena itu penentuan umur balita sangat penting.

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghitung umur balita, akan tetapi ada dua cara yang paling sering digunakan, yaitu :

Menghitung umur cara pertama

Berikut langkah-langkah menghitung umur balita:

  1. Menghitung Selisih antara Tanggal Lahir dan Tanggal kunjungan ke posyandu.
  2. Tentukan tanggal lahir balita, dalam format tanggal, bulan, tahun misalnya : 13-09-2013.
  3. Tentukan tanggal kunjungan, dalam format tanggal, bulan, tahun misalnya: 26-10-2016.
  4. Hitunglah umur anak dengan mengurangi tanggal kunjungan dengan tanggal lahir

 Contoh :

Hari                 Bulan              Tahun

Tanggal kunjungan    :          26                   10                    2016

Tanggal lahir             :           13                   09                   2013 

Dikurang                                13 hari            1 bulan           3 tahun  

Dikonversikan Ke Bulan       0  bulan          1 bulan           36 bulan

Jumlahkan =                           0 bulan      +   1 bulan       +  36 bulan  = 37 bulan

Jadi umur balita adalah 3 tahun 1 bulan 13 hari. Namun dibulatkan menjadi 37 bulan

(3 x 12 bulan) + 1 bulan =  37 bulan.

Catatan Penting

  • Umur anak dihitung berdasarkan bulan penuh artinya umur dihitung 1 bulan apabila telah genap 30 hari. Seperti contoh di atas anak adalah umur 13 hari dihitung 0 bulan, umur 1 bulan 13 hari tetap dihitung 1 bulan.
  • Jika jumlah hari negatif (minus) maka jumlah bulan harus dikurangi 1 bulan.

Menghitung umur cara kedua

Jika orang tua tidak mengetahui tanggal lahir anaknya maka cara yang bisa ditempuh ialah sebagai berikut :

  1. Gunakan kalender lokal.
  2. Tanyakan kapan anak dilahirkan dengan menghubungkan kejadian penting yang terdekat.
  3. Mencari anak yang pada saat dilahirkan bersamaan atau berdekatan, lalu lakukan perhitungan seperti cara (nomor 1).

 Catatan Penting

Cara kedua ini jika ibu lupa atau tidak tahu tanggal kelahiran balita. Jika ibu tidak tahu pasti kapan anak dilahirkan, perkirakan umur anak dengan menghubungkan peristiwa penting seperti bulan puasa, lebaran, tahun baru, natal atau hari kemerdekaan.


Penulis : Andi Nurhardianti Mustamin

Editor : Manjilala


Referensi : Kemenkes RI dan WHO, 2008. Modul Pelatihan Pemantauan Pertumbuhan Balita. Kemenkes RI dan WHO, Jakarta

Leave a reply

required